Minggu, 13 Maret 2011

perjalanan study tour

LAPORAN PERJALANAN STUDY TOUR

Pada hari minggu, sekolah saya mengadakan study tour ke Pantai Batakan, Martapura, dan Duta Mall. Study tour ini dimaksudkan sebagai refreshing untuk anak kelas 9 yang akan mengikuti Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah.
Pagi hari, sekitar pukul 03.00, saya sudah bangun. Tiba-tiba terjadi kebakaran dan mati lampu. Tapi itu tidak berlangsung lama. Kemudian lampu hidup kekmbali. Saya mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibawa dalam Study Tour ini. Dan pada saat jam04.30 wib, saya berangkat ke sekolah. Sesampainya disekolah, belum banyak orang yang hadir. Padahal, Pak Rimpun memberitahukan jam 05.00 kami sudah berangkat dari Kapuas. Kemudian sekitar jam 05.00 wib, sudah mulai banyak teman-teman yang datang. Saya dan ussy pun mengabsen teman-teman, takutnya kalau ada yang tertinggal. Bus yang digunakan ada 11 bus. Teman-teman pun banyak yang ikut berpartisipasi dalam program sekolah ini.
Saya berada di bus 9, di bus saya ini ada 16 orang siswa. Saya duduk ditengah-tengah antara hans dan rara. Di bus ini, pendampingnya adalah Bapak Rimpun dan Bapak Askurin. Sekitar jam 06.30 kami berangkat dari Kapuas.
Pada awalnya, tidak banyak dari kami yang bercanda. Bahkan, baru sampai Anjir, ussy sudah muntah. Hhhuuuuuaaa……….. ussy muntah sampai nangis, kemudian dia minta plastik. Dia diketawain pak Rimpun dan Pak Askurin. ‘’Masa baru sampai anjir sudah muntah’’, kata Bapak. Selama di perjalanan sampai di Peleihari, saya dan rara mendengarkan lagu. Saya pun sambil bercanda-canda dengan Hans. Pada saat Hans mau tidur, karena tidak ada sandaran, maka saya berbagi dengannya. Matanya pun perlahan terpejam, saya dan Pak Askurin melihat Hans tidur sambil tertawa kecil, karena mulutnya terbuka. Hahahahahahahah……….
Pada saat bus melintas saya dan teman –teman 2 kali melihat acara pernikahan di jalan. Pada saat bus melintas di Bati-bati, disana banyak bukit-bukit yang indah, tinggi dan hijau. Diatas bukit-bukit yang hijau itu pun kami sering melihat sapi-sapi yang sedang makan. Rara dan Hans teriak…..’’hans....teman kamu’’ kata rara. ‘’Teman kamu itu’’ kata hans. Kemudian kami pun serantak terpesona akan indahnya bukit yang hijau. Waaaaahhhhh……
‘’Udik kalian ini, tidak pernah lihat bukit’’ kata pak Rimpun yang sambil tertawa. ‘’Maklum pak, kami udik, jarang melihat bukit, apalagi di Kapuas tidak ada bukit’’ kata kami serentak. Heeeehhheee…….
Saya dan rara terus memandang bukit-bukit indah yang ada di kiri dan kanan. Kami berdua saling berbicara dan menganggap daerah itu adalah Jawa. Karena selain banyak bukit seperti di Jawa, banyak sawah dengan padi yang tumbuh subur dan baik di daerah itu. Kemudian kami melewati jalan kecil yang banyak pohon di kiri dan kanan. Kemudian Hans menyalakan lagu Gigi yang berjudul “facebook”.
Selama di perjalanan, jalan yang kami lalui rusak, dan ini menyebabkan bus kami pun tergoyang-goyang. Pada saat itu juga, supir bus itu menyalakan lagu dangdut, maka saya dan Hans pun menyebutnya “Jalan Dangdut”. Kami menghitung jalan yang rusak, diawali dari nomor 52. Jadi, jalan rusak yang pertama kami beri nama “Jalan Dangdut nomor 52”.
Tidak lama kemudian, kami sampai di daerah Tanah Laut. Disana pemandangannya masih asri dan indah. Kemudian kami sampai di depan pintu masuk Pantai Batakan. Tapi, tiba-tiba kami berhenti di tanjakan. Saya dan teman – teman bertanya. ‘’Kenapa berhenti ya?”. Dan ternyata, kami belum membayar untuk masuk ke Pantai Batakan. Kami sampai di Pantai Batakan sekitar pukul 12.00 wib.
Kemudian, bus pun mulai berjalan lagi. Di sepanjang jalan di dekat pantai, banyak kotoran kuda terlihat. Tak lama kemudian, sampailah kami di Pantai Batakan . Dipantai Batakan ini terdapat banyak pohon Pinus yang tinggi-tinggi. Kemudian, saya dan teman-teman makan bersama di pinggir pantai. Setelah makan, kami bermain di pinggir pantai. Teman- teman saya yang laki-laki, bermain sepak bola di pinggir pantai, sebagiannya ada yang sedang berfoto dan menikmati pemandangan, ada yang bermain air, dan naik kuda.
Saya ikut bermain air di pinggir pantai dan berfoto bersama anak 9e. Kemudian yanti menawarkan untuk naik kuda bersama. Saya, iqrima dan widya pun di traktirnya naik kuda. Tarif naik kuda tersebut Rp. 5.000.00/ orang. Kami pun jalan- jalan dengan naik kuda tersebut. Setelah puas bermain air dan berfoto-foto, akhirnya kami ganti baju. Setelah ganti baju, kemudian, saya mendengar kabar bahwa bus 9a ada yang mogok dijalan. Sebenarnya kami sudah selesai pada jam 14.00 wib. Tetapi, kami menunggu bus 9a yang mogok tersebut. Pada saat menunggu bus itu datang, saya dan teman-teman membeli oleh- oleh. Saya membeli kerupuk ikan, dan ikan kering. Banyak penjual ikan disana.
Walaupun banyak penjual ikannya, tetapi, saya jarang melihat orang yang menjual pernak- pernik dari laut, seperti kerang-kerang yang dibuat berbagai perhiasan, dan yang lainnya. Karena, saya melihat di Pantai ini sudah jarang ada kerangnya. Airnya pun berwarna cokelat. Banyak sampah berserakan dimana- mana. Dipantai ini pun banyak anak- anak yang meminta- minta dan jadi pemulung. Bahkan joki dari kuda yang kami naiki pun anak- anak.
Setelah menunggu sekitar satu jam, akhirnya rencana ke Martapura di batalkan. Karena waktunya sudah tidak sempat lagi. Akhirnya kami pun pergi ke tempat tujuan akhir kami, yaitu Duta mall. Sepanjang perjalanan menuju Duta Mall, saya dan teman-teman berteriak “ kami lapar, kami mau makan’’. Kemudian Hans pun menjawab ‘’ kami lapar, kami sudah makan’’. Gara-gara hal itu, kami di perjalanan pun berteriak seperti itu. Perjalanan pun jadi menyenangkan dengan canda tawa. Dalam perjalanan ke Duta Mall, Hans dan Upiya bertukar tempat duduk, dan pak Askurin pun pindah ke bus lain. Kemudian di gantikan oleh Bayu dari kelas 9a.
Sampailah kami di sebuah SPBU. Disana pun kami masih berteriak. Walaupun di sepanjang jalan kami sudah mengeluarkan semua makanan kami. Kami pun bagi- bagi makanan di dalam bus. Tetapi, makanan / snack yang kami punya tidak cukup untuk mengganjal perut.
Saat bus kembali berjalan dan melintasi jalan yang rusak, kami pun berdangdutan. Tawa- tawa kami membuat suasana menjadi semakin hangat. Tak lama kemudian, sampailah kami di Duta mall. Saya, rara, anggi, dan mirna awalnya berjalan bersama. Tapi kami terpisah. Dan saya bertemu dengan dwi. Dwi sedang mencari anak –anak 9c. Dan saya pun ikut membantunya untuk mencari mereka di lantai bawah. Tetapi kami tidak melihat mereka, akhirnya saya mengusulkan untuk mencari mereka sambil jalan-jalan. Dwi pun menyetujuinya.
Saya mengajaknya ke lantai atas dan melihat pernak- pernik. Kami akhirnya berhenti di “naughty’’. Disana saya membeli sebuah kalung. Dan dwi pun membeli cin-cin dan ikat rambut. Kemudian saya ke “ stawberry’’. Disana saya membeli sebuah cin-cin. Tak lama kemudian kami bertemu dengan anak-anak 9c.
Setelah kami puas mencari pernak- pernik, kami pun berencana membeli baju. Kami turun dari lantai atas. Kami berhenti di “number 61”. Disana dijual berbagai baju, baik perempuan maupun laki-laki. Harganya berkisar antara Rp. 15.000. Pada saat memilih baju, tiba-tiba rara sms. Dia bilang kalau busnya sudah mau berangkat. Kami pun cepat-cepat mencari baju yang akan kami beli. Karena saya cepat-cepat, maka tidak sengaja saya memilih baju warna pink. Warna yang tidak saya sukai. Kemudian saya dan Dwi buru-buru ke bawah. Kami tidak ingat jalan keluarnya.
Anak-anak 9c bilang jalan keluar ada di arah sana. Arah yang berlawanan dengan arah Yanti dan Ayu berjalan. Kemudian saya menganjurkan untuk mengikuti mereka yanti. Tetapi mereka malah ke arah sebaliknya. Akhirnya saya pun mengikuti mereka. Dan ternyata kami salah jalan. Karena rara terus sms saya, saya pun jadi tergesa-gesa. Akhirnya saya mengajak dwi untuk duluan. Kami pun sempat nyasar di sana. Dengan langkah yang tergesa-gesa dan nafas ngos-ngosan. Kami berjalan dengan cepat. Dan akhirnya kami keluar melalui pintu samping. Tetapi, akhirnya saya dan dwi pun menemukan bus kami. Disana kami melihat sudah banyak teman-teman yang sudah datang. Bus 9a dan 9d sudah berangkat duluan. Pada saat mau pulang, ternyata ada masalah di sini. Ada beberapa orang yang masih asik di dalam Duta Mall. Akhirnya pada saat ingin pulang. Ada masalah lain lagi, yaitu bus 9c mogok. Hampir satu jam kami menunggu. Dan kami pun kepanasan menunggu di dalam bus. Saya dan yang lain keluar sambil bercanda tawa dengan anak- anak dari bus lain. Disana ada Zaini dan anak –anak 9 b.
Ternyata, Zaini membawa sarung. Dia berpura-pura jadi perampok. Disana juga ada yudi yang sedang bermain gitar. Kemudian aris yang berteriak ‘’aku belum mandi, siapa yang sudah mandi?? Yeye kita bau semua‘’ujarnya. Bukan hanya aris yang berteriak. Bayu pun berteriak, ‘’es kero…..es keroo’’. Saya pun menambahkan, ‘’ es cendol….es keroo….’’ Suasana pun menjadi ramai disana. Walaupun hari sudah menjelang malam. Akhirnya masalah tentang bus pun bisa teratasi. Tetapi, saat akan pulang, kami kehabisan air minum. Maka kami pun berteriak ‘’ aku haus, aku butuh minum’’. Pada saat bus akan berjalan, bayu pun membelikan kami minum. Akhirnya kami berteriak ‘’ kami dapat minum, kami tidak jadi mati’’. Tapi tidak berlangsung lama. Karena kami semua sudah lelah dan ingin tidur. Walaupun jalannya rusak, tapi kami tetap saja merasa ingin tidur. Disaat itu, punggung saya jadi tempat sandaran kepala upiya dan rara. Upiya jadi tempat sandaran Bayu.
Disaat tidur, hans jadi tempat sandaran Abdul rahman. Dipangkuannya terdapat mainan milik Abdul rahman. Dan saat tidur, mulutnya kembali terbuka. hahahahahahahah…… Raudhatul pun tertawa melihatnya. Hampir semua orang di bus ini tidur. Tetapi saya tidak bisa tidur. Karena jalan yang rusak membuat saya selalu terbangun. Sekitar jam 22.00 wib kami sampai di Kapuas. Tak lama kemudian sampailah kami depan gerbang SMPN-1 Selat Kuala Kapuas. Ternyata saya sudah di jemput. Dan akhirnya kami pulang kerumah masing-masing.
Hari ini merupakan hari terasik bersama teman-teman. Dan menjadi kenangan tersendiri bagi saya. Pengalaman mengasikkan bersama teman- teman dan juga guru- guru ini tidak akan pernah saya lupakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar